Hati-Hati! Agen Properti Bisa Kena Denda Rp10 M atau Penjara 4 Tahun Jika…

Broker atau agen properti sebagai perusahaan perantara perdagangan properti, wajib punya Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4) sesuai Permendag Nomor 51/M-DAG/PER/7/2017. Broker yang tidak mematuhi aturan tersebut bisa kena sanksi pidana penjara maksimal empat tahun atau denda Rp10 miliar. Dasar hukum sanksi tersebut adalah pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Jadi, semua kantor agen properti harus mengikuti atau menaati ketentuan tersebut.

Hal tersebut disepakati dalam nota kesepahaman yang ditandatangani antara PT Bank China Construction Tbk (CCB Indonesia) dan DPP Asosiasi Real Estate Boker Indonesia (AREBI). Penegakan dan penerapan aturan, serta kode etik dalam bisnis jasa pemasaran properti sebagaimana konten Permendag tersebut di atas memang sedang digalakkan oleh AREBI.

nandatanganan nota kesepahaman antara kedua pihak itu diwakili oleh Consumer Asset Division Head CCB Indonesia, Chandra Bachtiar, dan Ketua Umum DPP AREBI, Hartono Sarwono di Equity Tower, Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta,

ada dua poin utama dalam nota kesepahaman tersebut:

Kesatu, bekerja sama dengan kantor-kantor agen properti yang telah menjadi anggota AREBI di Indonesia dan telah memiliki SIU-P4.

Kedua, bekerja sama dengan agen properti berkompetensi yang dibuktikan dengan Sertifikat Uji Kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi Broker Properti Indonesia (LSPBPI).

“Kami (AREBI dan CCB Indonesia) sepakat bahwa dalam pemberian fasilitas pembiayaan KPR, dapat memprioritaskan agen properti yang berizin dan berlisensi sesuai ketentuan yang diatur di atas. Yang tidak berizin atau berlisensi, tidak akan mendapat privilege sama dengan yang berizin dan berlisensi,” kata Hartono.

Dalam pandangan Hartono, pertumbuhan jumlah agen properti di Indonesia dari tahun ke tahun terus naik, sehingga diperlukan pengaturan secara baik dan tepat agar profesi ini dapat dikelola secara profesional dan bertanggung jawab atas setiap transaksi yang dilakukan.

Waskita Karya Realty Cerdas Membidik Pasar Properti di Bali

Prestasi PT. Waskita Karya Realty, anak perusahaan PT. Waskita Karya (Persero), Tbk yang baru didirikan kurang lebih 4 tahun lalu itu telah berhasil mendapatkan penghargaan dari BCI sebagai TOP 10 DEVELOPERS IN INDONESIA

Hal itu terkait dengan kinerja perusahaan yang mampu berkarya dengan beragam proyek sekalipun masih dalam hitungan usia muda. Ada lebih dari 10 proyek prestisius yang telah dan sedang ditangani oleh Waskita Karya Realty saat ini, termasuk Apartemen The Reiz Condo di Medan; Teraskita Hotel, Solterra Place, Two Senopati, Waskita Rajawali Tower di Jakarta; proyek Teraskita Hotel di Bandung; Apartemen Brooklyn, Nines Plaza & Residence, Yukata Suites di Tangerang; Apartemen 88AVENUE di Surabaya; dan proyek Teraskita Hotel Makassar.

Momentum ini dimanfaatkan oleh perusahaan dengan kembali menggebrak pasar properti nasional dengan meluncurkan proyek kawasan perumahan terpadu yang prestisius di Bali dengan nama Vasaka Denpasar. Proyek ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pasar akan perumahan kelas menengah atas yang aman dan nyaman, sekaligus memberikan solusi investasi properti di Bali yang lebih aman, cerdas, dan lebih menguntungkan.

Dengan mengusung tema Modern Tropical Living, Vasaka Denpasar adalah proyek pertama milik Waskita Realty di Bali. Didukung dengan fasilitas Commercial Center yang memiliki konsep Ultimate Convinience akan memudahkan dan memberikan kenyamanan bagi para penghuninya, dan juga merupakan sebuah destinasi baru yang menarik bagi para tamu dan pengunjung umum lain yang tinggal di area atau melintasi Jalan WR. Supratman yang menghubungkan Denpasar dan Ubud.

Di atas lahan 12 hektar akan dibangun 3 Gated Residential Cluster dengan total 300-an rumah, dan satu kawasan commercial seluas kurang lebih 2,5 ha. Setiap cluster akan dilengkapi fasilitas club house, children playground, BBQ pits, dan swimming pool sehingga akan tetap menjamin kenyamanan, keamanan, dan privasi para keluarga yang tinggal di setiap cluster yang pet friendly tersebut. Cluster pertama yang akan dipasarkan adalah Cluster Evara dengan harga mulai dari Rp 1,9 Milliaran dengan luas tanah 105 m2, luas bangunan 110 m2.

“Dengan total kapitalisasi pasar sekitar Rp 1,3 Triliun, proyek Vasaka Denpasar ditargetkan masuk kepasar , jelas Tukijo, Direktur Utama PT. Waskita Karya Realty.

Commercial Center yang dibangun akan dilengkapi para tenant pilihan seperti gourmet grocery store, cafe, restaurant lokal dan internasional, food court, bank, ATM, medical center, farmasi, bakery & cake shops, clothes & fashion shops, pet shop, salon & barbershop, IT& gadgets center, wine shop, cinema, bookstore, business center, co-working space, dan Coffeecentrum yang nantinya akan menjadi pusat kopi terlengkap di Bali.

Fasilitas ini sangat memanjakan para pemilik dan penghuni di Vasaka Denpasar, dan membuat Vasaka Denpasar satu-satunya proyek perumahan yang mendukung konsep perumahan “walk to shop” di Bali. Jelas, Tukijo.

“Kami yakin bahwa Vasaka Denpasar akan menjadi standar acuan baru untuk pasar properti di Bali, karena kami tahu apa yang dibutuhkan pasar, dan tim kami akan memberikan produk yang terbaik dengan harga yang terjangkau pasar”, demikian penjelasan Tukijo.

Menabung Yang Tepat Agar Kebeli Rumah

Gak ada yang menyangkal bahwa punya rumah itu penting! Tapi, kadang untuk mewujudkannya gak semudah kita membeli barang yang lainnya. Dibutuhkan uang ratusan juta bahkan miliaran rupiah untuk membeli sebuah hunian. Apa solusinya? Menabung! Ya benar sekali. Tapi, rajin menabung saja gak cukup. Pasalnya, laju tabungan kita gak sebanding dengan lajunya kenaikan harga-harga, ada faktor inflasi dan laju kenaikan gaji yang gak sejalan.

Selain menabung, diperlukan upaya yang lain, yakni investasi. Dengan berinvestasi, apa pun tujuan keuangan kamu, sebut aja punya rumah, bisa dicapai. Begitulah yang disampaikan konsultan keuangan dari Schroders Indonesia, Adrian Maulana, di acara yang digelar Rumah123, di Gedung 88, Kota Kasablanka, Jakarta.

Menurut Adrian, dengan menyisihkan 10 persen aja dari gaji setiap bulan, sebenarnya kamu sudah bisa berinvestasi di reksa dana. Sebenarnya Adrian menyarankan 20 persen dari gaji itu untuk pos dana darurat, investasi, dan asuransi. Dengan berinvestasi, kamu akan bisa mencapai dana yang dibutuhkan untuk punya rumah atau sekadar dana untuk uang muka (DP)-nya aja.

Masalahnya, untuk meyisihkan 10 persen penghasilan itu gak mudah. Alasannya, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Ada cara yang bisa memudahkannya, yakni dengan debet otomatis sejumlah dana yang ingin kamu investasikan. Cara ini efektif bagi kamu yang bekerja sebagai karyawan atau pegawai. Kalau buat kamu yang berprofesi sebagai wirausaha, segera sisihkan 10-15 persen setiap penghasilan yang kamu dapat. Emang butuh komitmen yang tinggi sih untuk bisa melaksanakan hal ini. Pasalnya, gak ‘dipaksa’ sistem komputer untuk mendebetnya.

Saran Adrian untuk berinvestasi reksa dana juga disarankan oleh perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie, di Harian Kompas, Menurut Prita yang sangat menyukai produk keuangan reksa dana ini, berbagai reksa dana dapat dicocokkan dengan tujuan keuangan kita. Produk reksa dana dijual dengan harga terjangkau, mulai dari Rp100.000. Pembelian bisa dilakukan melalui jalur konvensional, yaitu bank ataupun perusahaan manajemen investasi (semisal Schroders Indonesia, tempat Adrian Maulana bekerja), ataupun secara digital.

Penyesuain jenis reksa dana, mulai dari pasar uang hingga saham, harus dilakukan dengan faktor profil risiko dan jangka waktu lamanya investasi, sehingga tujuan keuangan kamu bisa tercapai. Dalam hal ini dibutuhkan konsultan atau perencana keuangan semacam Adrian atau Prita.

Selain investasi reksa dana, Prita menyarankan 4 alternatif jenis investasi yang lain, yakni

Logam Mulia (LM)

Investasi LM lebih terstandardisasi untuk kebutuhan investasi ketimbang emas perhiasan atau berlian. harga LM mengalami kenaikan 7,36 persen. Tapi, Prita gak menyarankan LM untuk investasi jangka pendek karena memiliki risiko fluktuasi harga. LM bisa dialokasikan untuk dana darurat setelah kamu punya tabungan. Selain itu, LM juga juga cocok sebagai aset untuk bertahan melawan inflasi.

Saham

Investasi saham sangat cocok untuk tujuan keuangan jangka panjang (di atas 10 tahun). Pasalnya, bisa memberikan imbal balik yang lebih besar. Potensi keuntungan berinvestasi langsung pada saham bisa melebihi rata-rata tingkat inflasi. Mau contoh? Saham perusahaan Unilever bisa memberikan kenaikan total return 941 persen selama 10 tahun terakhir ini. Di periode yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan mengalami kenaikan total 131 persen.

Meskipun imbal balik dari investasi saham itu lebih besar, tapi risikonya juga tinggi. Untuk itu, menurut Prita, kamu harus memahami terlebih dulu dan menyesuaikannya dengan profil risiko dan tujuan keuangan kamu. Salah memilih saham, kerugiannya bisa gak sedikit. Bahkan bisa bikin kamu jadi kapok berinvestasi. Saran dari Prita, kalau kamu ingin memilih invesatasi saham, maka pahami usaha yang dijalankan oleh emiten. Misalnya, kalau kamu suka belanja di supermarket, bisa kamu pilih saham perusahaan yang menjual produk rumah tangga.

Merintis Start-up

Memulai usaha rintisan atau start-up juga merupakan investasi. Modal awal yang kamu alokasikan, itu merupakan investasi. Bagusnya kamu punya usaha rintisan, kamu jadi bisa mengisi waktu senggang dengan kegiatan produktif. Tapi, pahami juga bahwa investasi pada bidang usaha itu berisiko paling gede dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya.
Peminjaman Uang Antarpihak atau Peer to Peer Landing

Kalau bikin usaha rintisan sendiri kamu rasakan ribet, alternatif lain yakni berinvestasi melalui platform peer to peer alias P2P. Kamu menempatkan sejumlah dana dengan harapan menerima imbal balik lebih besar daripada produk perbankan. Potensi pengembalian bisa aja bervariasi, tergantung dari usaha atau kegiatan apa yang kamu beri pendanaan. Begitu juga dengan durasi investasinya. Risiko investasi pada platform ini tentu aja lebih besar ketimbang risiko investasi di deposito misalnya.

Dengan memahami jenis-jenis investasi tersebut di atas, maka kamu bisa menentukan pilihan investasi yang tepat agar terkumpul dana buat beli rumah. Jangan lupa, bahwa berapa pun gaji kamu, sedikit atau banyak, semua orang pada dasarnya bisa berinvestasi, asalkan mau (ada niat kuat).