5 Penyebab Umum Tubuh Mengalami Alergi Makanan

Mungkin masih banyak orang yang berpikiran bahwa alergi makanan bukanlah suatu kondisi yang serius atau kondisi darurat, sehingga banyak orang yang menyepelekan kejadian alergi terhadap makanan tertentu. Pemikiran ini tentu perlu diperbaiki, sebab dalam beberapa kasus, alergi terhadap makanan bisa menjadi bumerang yang begitu membahayakan, bahkan bisa pula hingga mengancam nyawa dari si penderita. Alergi terhadap makanan merupakan kondisi tubuh yang menolak berbagai makanan tertentu, sehingga bentuk penolakan ini bisa menyebabkan berbagai reaksi yang kerap disebut sebagai gejala dari alergi terhadap makanan. Mengapa tubuh seseorang bisa menolak makanan tersebut? Meskipun sebenarnya makanan tersebut merupakan makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi seperti telur dan kacang-kacangan? Hal ini dikarenakan setiap tubuh manusia sudah mempunyai sistem kekebalan tubuh yang secara otomatis akan melindungi tubuh dari berbagai zat makanan yang dianggap berbahaya, dan orang-orang yang mempunyai alergi terhadap makanan biasanya memiliki tubuh yang menganggap beberapa makanan tertentu adalah zat jahat yang harus dilawan, sehingga tubuh seolah menolak dengan kehadiran berbagai makanan tersebut. Biasanya, zat makanan yang paling banyak menimbulkan alergi adalah berbagai makanan yang mengandung protein hewani seperti telur.

Reaksi yang dialami tubuh seseorang ketika memakan makanan yang menjadi alergen dalam tuuhnya pun berbeda dengan orang-orang lain. Ada beberapa orang yang langsung mengalami reaksi alergi makanan selang beberapa menit atau selang beberapa detik saja setelah memakan makanan alergen, tetapi ada pula yang bisa bertahan lebih lama, dan ada juga orang-orang yang tidak masalah dengan alergennya asalkan yang dimakan tidak dalam jumlah yang banyak. Berbagai hal ini tentu disebabkan oleh banyak faktor.

Setidaknya ada 5 faktor umum yang menjadi penyebab tubuh mengalami alergi makanan tertentu, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Jenis Kelamin

Memang banyak artikel yang menyebutkan bahwa laki-laki lebih banyak yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu daripada wanita, sehingga secara tidak langsung jenis kelamin menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya alergi.

  1. Faktor Usia

Biasanya, seseorang mengalami alergi pada saat ia masih berada dalam usia 0 hingga 3 bulan, terlebih untuk anak-anak yang meminum susu formula. Hal ini dikarenakan tidak semua pencernaan bayi bisa menerima susu formula, sehingha terkadang menimbulkan alergi. Berbeda dengan usia anak-anak, biasanya yang paling banyak mengalami alergi adalah alergi terhadap telur. Untuk orang-orang yang sudah berusia dewasa atau yang berusia lanjut biasanya lebih rentan alergi terhadap ikan maupun berbagai olahan makanan yang mengandung ikan.

  1. Pola Makan

Ternyata pola makan yang kurang baik juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab alergi seseorang terhadap makanan tertentu. Dengan begitu, akan lebih baik bagi sebuah keluarga untuk mengatur serta merencanakan tiap-tiap menu makanan yang akan disantap pada hari itu dengan memastikan bahwa nutrisi dan gizinya sudah terkandung dengan lengkap.

  1. Keturunan

Banyak orang yang menyebutkan bahwa alergi makanan bisa dikarenakan keturunan, dan hal ini bisa menjadi mawas diri bagi orang-orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alergi makanan tertentu. Jika seseorang sudah mempunyai keluarga yang memiliki riwayat alergi, bisa dicegah agar tidak mengalami alergi dengan cara mengatur pola makan dengan baik dan mengurangi makanan-makanan yang mengandung alergen.

  1. Makanan yang dikonsumsi saat bayi

Ada alasan mengapa ASI atau Air Susu Ibu begitu disarankan untuk ibu menyusui, terlebih untuk ASI ekslusif selama 6 bulan pertama bayi. Hal ini dikarenakan ASI lebih aman dan lebih tidak memicu alergi daripada berbagai makanan lain. Sehingga, biasanya untuk bayi yang diberikan asi dengan baik nantinya tidak akan mudah mengalami alergi terhadap makanan tertentu.

Sikap yang paling baik dalam menghadapi tubuh yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu adalah dengan menjaga sebaik mungkin setiap asupan makanan yang dikonsumsi, serta menjaga agar pola dan gaya hidup tetap terjaga dengan baik pula. Terlebih, bila yang mengalami alergi  adalah ibu hamil, sebaiknya pertahankan pola makan dan pola hidup yang baik agar keadaan alerginya tidak mempengaruhi kesehatan si bayi. Di samping itu, disarankan pula untuk ibu hamil agar bisa rutin memeriksakan diri ke dokter bila sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki alergi makanan tertentu.

Tidak hanya ibu hamil saja, untuk anak-anak hingga dewasa pun bila memiliki alergi sebaiknya tetap memeriksakan diri ke dokter tiap kali merasa badannya mengalami alergi dan berkonsultasi dengan dokter apa saja perawatan yang perlu dilakukan agar tubuh bisa tetap sehat. Dengan penjagaan dan perawatan yang baik, maka sebenarnya alergi makanan bukanlah sesuatu hal yang mengerikan. Dengan memberikan perhatian yang tepat, maka tubuh pun bisa tetap sehat.

Oops, Peneliti Sebut Daun Teh Bermanfaat untuk Cegah Kanker Paru

Kamu doyan menyeduh teh langsung dari daunnya? Penelitian menyebut kebiasaan ini memiliki banyak manfaat positif, salah satunya adalah mencegah terserang kanker paru-paru.

Sudhagar Pitchaimuthu dari Swansea University, Inggris, menyebut menyeduh teh langsung dari daunnya membuat partikel yang bernama quantom dots terserap oleh tubuh. Partikel inilah yang disebut sebagai kunci untuk menghancurkan sel-sel kanker di paru-paru.

“Penelitian kamu menemukan bahwa ekstrak daun teh yang diseduh mengeluarkan partikel quantum dots yang tidak ditemukan jika menyeduh teh dari kantong,” ungkap Sudhagar, dikutip dari India Times.

Partikel ini berukuran sangat kecil, 400 kali lebih tipis daripada rambut manusia. Tidak beracun, partikel ini justru menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dan membuatnya hancur.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Applied Nano Material, peneliti menyebut nanopartikel quantom dots mampu menghancurkan hingga 80 persen sel kanker yang ada di tubuh.

Tak hanya itu, peneliti juga menyebut manfaat sehat teh lebih besar didapat jika diseduh langsung dari daunnya. Meski begitu, dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memastikan berapa dosis quantum dots yang efektif untuk mencegah kanker.

Puasa Peroleh Peningkatan Kesehatan Tubuh

Salah satu kewajiban sebagai umat islam adalah berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam bagi orang dewasa yang sehat selama bulan suci Ramadhan. Selain itu, juga harus menghentikan asupan cairan, merokok, dan obat-obatan terlarang selama berpuasa. Tergantung pada musim dan lokasi geografis negara, puasa dapat bervariasi dari 11 hingga 22 jam.

uasa Islami selama Ramadhan tidak membutuhkan pembatasan energi dan juga tidak sampai mengganggu aktifitas. Puasa Ramadhan adalah bentuk paling umum untuk membatasi makanan yang dikonsumsi dan dapat membantu meningkatkan kesehatan tubuh .

Apakah perubahan pada tubuh selama berpuasa?
Perubahan metabolisme yang terjadi pada tubuh tergantung pada lama waktu puasa yang dilakukan secara terus menerus. Tubuh memasuki keadaan puasa yaitu delapan jam atau lebih setelah konsumsi makanan terakhir atau ketika usus selesai melakukan penyerapan nutrisi dari makanan. Dalam kondisi normal, glukosa didalam tubuh akan disimpan di hati dan otot sebagai sumber energi.
Selama berpuasa, glukosa yang tersimpan akan digunakan lebih dahulu untuk menyediakan energi. Kemudian dalam waktu cepat ketika glukosa habis maka lemak akan menjadi sumber energi yang berikutnya bagi tubuh. Puasa yang dilakukan dalam beberapa hari atau minggu menyebabkan tubuh mulai menggunakan protein dan memecahnya untuk menjadi energi.

Apakah keuntungan berpuasa bagi kesehatan?
Menurunkan Berat Badan
Pada penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, menemukan bahwa puasa dapat membantu menurunkan berat badan hingga 7% dan menurunkan lemak tubuh hingga 5kg. Pada saat puasa, terdapat perubahan dari glukosa menjadi lemak yang digunakan sebagai sumber utama pembentukan energi. Penggunaan lemak yang diubah menjadi energi dapat membantu menurunkan berat badan. Penurunan berat badan dapat mempengaruhi penurunan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

Meningkatkan Massa Otot
Puasa dapat mendorong keluarnya hormon pertumbuhan manusia. Hormone pertumbuhan manusia atau HGH secara alami diproduksi oleh tubuh. HGH efektif digunakan untuk mengatasi obesitas dan membantu membangun massa otot. HGH juga dapat membantu meningkatkan kekuatan otot. Puasa dapat secara efektif mengurangi kelebihan lemak.

Puasa dapat Menormalkan Sensitifitas Insulin
Tubuh yang mendapatkan banyak asupan karbohidrat dan gula, dapat mengalami penurunan sensitifitas insulin. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya diabetes mellitus tipe 2. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam World Journal of Diabetes menemukan bahwa puasa ramadan dapat memperbaiki berat badan dan kadar gula dalam darah.

Puasa dapat Mengubah Pola Makan
Puasa dapat membantu menormalkan tubuh untuk lebih tahu waktu membutuhkan makanan. Dengan puasa maka tubuh dibiasakan untuk tidak lapar sepanjang waktu puasa.

Menurunkan Kadar Trigliserida
Puasa dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat karena terjadi penurunan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh.

Apakah Puasa Aman untuk Kesehatan?
Berpuasa dalam beberapa hari tidak akan mempengaruhi kesehatan pada orang dewasa yang sehat. Namun, berpuasa dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak buruk bagi tubuh. Tubuh membutuhkan vitamin, mineral dan nutrisi lain dari makanan agar tetap sehat. Jika asupan nutrisi tidak tercukupi dapat menyebabkan beberapa gangguan seperti mudah lelah, pusing, sembelit dan dehidrasi. Namun, untuk beberapa orang dengan kondisi tertentu seperti memiliki penyakit diabetes mellitus, hamil atau menyusui dan lansia memerlukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan puasa.

Cara Halau Panas Dalam Saat Puasa

Tidak makan dan minum selama puasa membuat tubuh kita menjadi rentan terkena panas dalam. Setidaknya bibir pecah-pecah pasti pernah kita rasakan di kala berpuasa.

Bagaimana caranya menghalau panas dalam agar puasa kita tetap lancar? dr L. Aswin Pramono, SpPD dari Rumah Sakit St. Carolus membagikan tipsnya.

“Panas dalam merupakan kondisi tubuh yang menggambarkan tubuh kekurangan cairan. Maka yang paling penting kita harus minum cairan dua liter sehari, itu minimal banget,” ujarnya.

Selain cairan biasa (air putih), dr Aswin juga menyebutkan bahwa cairan yang mengandung elektrolit dan mineral juga baik untuk tubuh, karena tubuh memerlukan keduanya untuk menjaga hidrasi.

“Pertama paling penting kekurangan minum menyebabkan panas dalam. Kekurangan elektrolit juga (bisa menyebabkan panas dalam)… Kita harus minum cukup dan minum air yang mengandung mineral cukup,” sarannya.

Jika kita disiplin dalam memenuhi asupan cairan pada saat sahur dan berbuka puasa, maka cairan akan bekerja pada semua organ tubuh dan sel yang membuat fungsinya tidak terganggu atau dapat menyebabkan panas dalam.

Agar terpenuhinya cairan tubuh dan terjaga hidrasi, maka minumlah 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas di malam hari.