Sisi Positif Dan Negatif Televisi

elevisi saat ini adalah sarana elektronik yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesusah zaman dahulu dimana perangkat komunikasi ini adalah barang yang langka dan hanya kalangan tertentu yang sanggup memilikinya. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 persen penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia. Siaran-siaran televisi akan memanjakan orang-orang pada saat-saat luang seperti saat liburan, sehabis bekerja bahkan dalam suasana sedang bekerjapun orang-orang masih menyempatkan diri untuk menonton televisi. Suguhan acara yang variatif dan menarik membuat orang tersanjung untuk meluangkan waktunya duduk di depan televisi. Namun dibalik itu semua dengan dan tanpa disadari televisi telah memberikan banyak pengaruh negatif dalam kehidupan manusia baik anak-anak maupun orang dewasa. Kita harus berhati-hati sebab televisi selain bisa menjadi teman yang baik bisa juga menjadi musuh yang menghanyutkan.
Dalam sebuah survei yang dilakukan lebih dari setengah anak-anak di AS mempunyai televisi di kamar mereka. Usia remaja paling banyak menonton televisi di kamar dan hampir sepertiga anak-anak pra sekolah mempunyai televisi di kamar mereka dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi. Disebutkan juga adanya beberapa orang siswi sebuah sekolah yang bergantian bolos dari sekolah demi menonton sebuah tayangan opera sabun di televisi. Di Indonesia mungkin tidak sampai menjangkau persentase sebesar ini namun pengaruh televisi juga telah banyak membentuk pola pikir dari anak-anak Indonesia pada umumnya dan gereja pada khusunya. Dalam tayangan televisi saat ini terdapat banyak gaya kehidupan setan seperti kekerasan yang membuat bulu kuduk merinding, vulgaritas, kejahatan, kebencian, seks bebas, penipuan, tatanan rambut yang radikal, dan lain-lain. Orang yang semakin sering menonton tayangan-tayangan seperti itu pada akhirnya akan menerima hal itu sebagai sesuatu perbuatan yang normal. Dalam hal ini televisi telah menjadi propaganda terpenting yang dipakai setan saat ini terhadap manusia termasuk orang Kristen baik dewasa maupun anak-anak. Tidak bisa disangkal bahwa dewasa ini televisi adalah salah satu guru elektronik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Apa yang harus dilakukan keluarga Kristen untuk mengatasi berbagai problema yang diakibatkan oleh tontonan televisi?

  1. Sisi Positif Yang Bisa Diberikan Televisi bagi kita

Televisi hadir sebagai sarana untuk memperlancar hubungan dan komunikasi antar manusia. Banyak perubahan dan kemajuan yang terjadi pada masyarakat abad kedua puluh dengan datangnya media masa televisi.

Televisi menghibur kita.

Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat serta pengetahuan kepada pemirsanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburan. Raja Salomo menyadari betapa pentingnya warna dalam hidup ketika dia berkata, “ Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa-pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir…, ada waktu untuk tertawa,… ada waktu untuk menari,… (Pengkhotbah 3:1-8). Salomo tidak hanya membicarakan spiritualitas tetapi juga hiburan. Hiburan merupakan salah satu bagian dari hidup orang-orang dalam Perjanjian Lama. Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir mereka menari-nari, saat raja Saul merasa bersedih dan hatinya galau dia dihibur oleh Daud, ketika Tabut Perjanjian kembali ke tangan bangsa Israel, raja Daud menari-nari. Hidup akan berwarna bila ada hiburan. Televisi sebagai salah satu sarana hiburan sangat dibutuhkan semua orang. Hiburan-hiburan yang sehat yang ditayangkan di televisi seperti musik, film, infotainment dan lain-lain sangat bermanfaat unutk mencairkan kejenuhan setelah sehari bekerja keras. Hal itu membuat pikiran kita kembali segar dan melupakan sejenak kelelahan sepanjang hari. Dahulu pada saat kita hanya memiliki stasiun TVRI (Televisi Republik Indonesia) orang-orang sangat kehausan hiburan dan terasa sekali betapa berharganya setiap acara hiburan yang ditayangkan. Contohnya drama seri Kisah Serumpun Bambu, Film Cerita Akhir Pekan, film dokumenter seperti Dian Rana, Flora dan Fauna, musik hiburan seperti Aneka Ria Safari, dan lain-lain adalah tayangan hiburan sehat yang jam tayangnya sangat ditunggu-tunggu.

Sisi Negatif Yang Bisa Diberikan Televisi Bagi Kita

Pengaruh yang tercipta oleh media televisi bisa mempercepat kehancuran nilai-nilai agama dan moral tradisional dari pemirsanya.

Televisi Bisa Melukai dan Merusak Peradaban Kita.

Komunikasi tanpa batas telah banyak mengakibatkan pergeseran moral. Banyak tayangan televisi saat ini yang sudah kehilangan fungsi. Yang seharusnya memberikan hiburan untuk membangun ahklak malah melukai pemirsa baik-anak-anak maupun dewasa. Yang seharusnya televisi itu dibuat dan dirancang sebagai pendukung moral namun pada kenyataannya tidak demikian yang terjadi. Televisi menjadi pusat komersial nomor satu. Acara-acara dikemas untuk bisa dijual ke publik . Kemasan acara-acara penjadi persoalan selera bagi beberapa produser atau pihak stasiun televisi. Bagi mereka yang penting adalah rating acara tetap tinggi sehingga membuat acara semenarik mungkin untuk menggoda emosi dan selera pemirsa. Banyak acara-acara yang berkualitas namun karena tidak memiliki nilai jual yang tinggi, pihak stasiun televisi enggan untuk membeli. Hal ini sangat disayangkan. Program acara yang ditayangkan banyak yang melukai moral, martabat dan juga fisik manusia. Banyak acara televisi yang sama sekali tidak menghargai kehidupan bermasyarakat dan beragama. Banyak yang tidak lagi mengejar impian dan nilai-nilai moral tetapi sebaliknya menyerap nilai-nilai yang menyimpang dari masyarakat yang sakit. Mengajarkan orang bagaimana berbuat licik, jahat, membunuh, seni berbohong.

Meyakin Kan Dengan Bisnis Anda?

Apa yang harus disiapkan lagi untuk membangun bisnis yang bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka panjang?” Inilah pertanyaan yang saya sampaikan kepada para karyawan yang memilih untuk menjadi pensiunpreneur. Pertanyaan yang membuat mereka terdiam dan berfikir karena pada dasarnya, resources atau sumber daya untuk berbisnis sudah disiapkan, minimal 5M yaitu man, money, machine, method dan material.

Dengan tegas saya sampaikan bahwa mereka harus punya keyakinan yang kuat terhadap bisnis yang dipilih. Kenapa demikian? Hal ini penting untuk dipertimbangkan oleh para entrepeneur di Kota Bandung untuk membangun bisnis mencapai profit, people, planet, sustainability serta tumbuh dan berkembang.

Yakin…..

Bagi saya, pelajaran berbisnis dari para entrepeneur sukses adalah mereka yakin dengan pilihan bisnis yang sudah diambil. Keyakinan ini didasarkan kepada lima hal yaitu talent yang terdiri dari potensi diri dan juga passion. Itu yang pertama. Mereka yakin bahwa bisnis property, sebagai satu contoh, sesuai dengan potensi diri yang dimiliki masing-masing entrepeneur. Setelah itu, ada rasa senang dan menikmati setiap proses yang ada dalam perusahaan tersebut

Kedua, mereka yakin karena memiliki pengetahuan yang kuat tentang bisnis tersebut. Pengetahuan yang berhubungan dengan bisnis dan lingkungan bisnis yang mereka pilih serta manajemen yang akan digunakan dalam setiap proses bisnis. Pengetahuan tentang proses dalam manajemen itu sendiri yang seringkali diringkas dengan POAC: planning, organizing, actuating serta controlling. Demikian juga dengan fungsi manajemen yaitu manajemen keuangan, pemasaran, operasi dan juga sumber daya manusia.

Ketiga, mereka yakin karena memiliki keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis. Keterampilan ini tidak hanya sekedar bisa, tetapi harus expert atau ahli dengan indikator 10000 jamg terbang, yang seringkali disebut dalam buku “Outliers” karya Malcolm Gladwell. Skill untuk mengelola keuangan, pemasaran, proses bisnis dan HR. Juga skill dalam kepemimpinan, managerial skill, decision making process, communication skill dan lain-lain yang relevan dengan bisnis para entrepeneur.

Keempat, mereka yakin karena memiliki attitude atau sikap yang positif dan benar dalam menjalankan bisnis. Sebagai contoh, sikap dalam bisnis yang masih start up, harus bisa totalitas dalam bisnis, fokus dalam menjalankan bisnis. Kelima yakin karena memiliki morale yang tinggi yaitu disiplin yang kuat serta antusiasme yang tinggi.

Dampak dari keyakinan ini adalah setiap entrepeneur benar-benar memberikan seluruh tenaga, waktu dan fikiran dalam menjalankan usaha mereka sampai usaha benar-benar bisa berjalan sendiri dengan manajemen sistem yang kuat. Inilah yang menjadi tantangan setiap entrepeneur.

Oleh karena itu, dikelas perdana GIMB Entrepeneur School, saya akan selalu menanyakan tentang keyakinan setiap entrepeneur muda terhadap bisnis mereka sebelum dilanjutkan belajar bisnis dan lingkungan bisnis serta manajemen bersama saya. Fakta menunjukkan bahwa bila mereka sudah yakin dengan bisnis yang sudah dipilih, maka akan serius mengikuti kelas dan totalitas mendalami materi sampai dengan mengimplementasikan dalam bisnis mereka.

Itulah salah satu kunci sukses entrepreneur di Kota Bandung untuk membuat bisnis mereka sukses sesuai dengan indikator profit, people, planet, sustainability dalam jangka waktu panjang yaitu minimal 10 tahun kedepan serta bisnis yang tumbuh dan berkembang dari skala mikro, kecil, menengah dan besar. Sukses buat kita semua……